SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 Nopember 2017

Surabaya Dimarakkan Bunga Sakura

Bunga-bunga Sakura di sejumlah ruas jalan di Kota Surabaya berguguran jatuh ke pedestrian bak musim gugur di Jepang.

Surabaya Nominator ASEAN Clean Tourist City

Surabaya menjadi satu dari 7 kota di Indonesia yang masuk nominasi ASEAN Clean Tourist City. Nantinya, akan dipilih satu untuk dilombakan ke ASEAN.

Nasi Goreng Jancuk Memang Pedas

Nasi Goreng Jancuk merupakan kuliner khas yang hanya ada di kota Surabaya dan menjadi menu andalan Surabaya Plaza Hotel.

Masih Ada Sedekah Bumi di Surabaya

Meski telah berkembang menjadi kota metropolis yang maju, Surabaya tidak melupakan adat-istiadat. Salah satunya tradisi sedekah bumi yang dilakukan di Sambikerep Surabaya.

Risma Akan Dapat Penghargaan dari PBB dan Singapura

Baru seminggu dapat penghargaan dari Irlandia, akhir Oktober ini Walikota Surabaya Tri Risma Harini akan dapat penghargaan lagi dari PBB dan Singapura

Jenglot Hebohkan Warga Pantai Surabaya

Jenglot itu ditemukan dalam posisi kedua tangannya sedekap menyilang di dada, tergeletak di tepian Pantai Watu-watu, Kecamatan Bulak di sebelah utara Kenjeran.

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2017

Ratusan Rumah Di Seputar Joyo Boyo Bakal Digusur Jalan Trem


MetroLife, Joyoboyo-Surabaya. Pembangunan moda transportasi cepat “trem” di Kota Surabaya terkendala pendirian depo di sekitar Joyoboyo. Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Camelia Habibah, Selasa (17/10), mengungkapkan, isi perjanjian kerjasama antara Pemkot Surabaya, PT KAI dan kementrian Perhubungan dalam merealisasikan Angkutan Massal Cepat, Trem adalah pemerintah kota sebagai penyedia lahan, pembangunan menggunakan dana APBD dan operasional berada di kewenangan PT KAI.

Namun, sebagian lahan yang akan dimanfaatkan sebagai Depo Trem saat ini masih ditempat warga. Maka, pemerintah pusat meminta pemerintah kota untuk menertibkannya. “Ini dilematis, karena pemkot tak bisa menertibkannya,” terangnya

Habibah, mengatakan, penertiban tak bisa dilakukan pemerintah kota, karena bukan aset daerah. Menurutnya, karena lahan tersebut milik PT KAI, maka  penertiban rumah warga yang tinggal di kawasan itu harusnya menjadi kewenangan PT KAI. Politisi PKB ini menyebutkan, jumlah rumah warga yang ada  di sekitar depo Joyoboyo sebanyak 426 unit. “Jika Pemkot tertibkan, akan digugat warga, karena bukan miliknya,” katanya.

Habibah belum mengetahui pasti, hingga saat ini PT KAI belum menertibkan hunian yang berdiri di sekitar depo PT KAI. Ia memperkirakan, kendala penggusuran, karena tak ada dana kerohiman bagi warga. “Tak boleh ada dana kerohiman, dari APBD maupun APBN,” tuturnya.

Untuk mencari solusi masalah pengalihan warga yang tinggal di sekitar depo Joyoboyo, Komisi C akan memanggil beberapa pihak terkait, di antaranya PT KAI, Bappeko, Asisten Sekkota dan lainnya. “Apakah pemkot mencarikan lahan dari asetnya, kemudian PT KAI yang mengajukan pembangunan rusunawa atau opsi lainnya,” paparnya.

Habibah menambahkan, selain masalah depo, pihaknya juga meminta pemerintah kota melakukan kajian sosial berkaitan dengan karakter masyarakat. Ia khawatir peralihan warga dari yang sebelumnya menggunakan angkutan pribadi ke angkutan massal mengalami kesulitan. Menurutnya, warga harus nyaman dulu menggunakan angkutan umum.

“Untuk itu, apakah Pemkot sudah sampling kesana,” katanya. Ia menambahkan, persoalan lain yang harus diselesaikan adalah belum ada lahan pemkot , maupun anggaran untuk pembebasan central park, karena di beberapa jalur yang dilalui harus ada penitipan mobil. “Jika tak ditunjang itu, tentu akan sepi peminatnya. Akhirnya kan mubazir pembangunannya,” tegasnya.  (Sumber: berita jatim)




Selasa, 17 Oktober 2017

Jenglot Hebohkan Warga Pantai Surabaya


MetroLife, Bulak-Surabaya. Ditemukannya jenglot di Pantai Watu-watu, Surabaya cukup membuat heboh. Pasalnya, sosok dunia gaib yang meskipun sudah mati kaku itu cukup menyeramkan, sehingga warga yang menemukannya tergeletak di pantai segera mengabarkan ke kampung. Diantara warga ada yang sempat mengambil foto dan mengunggahnya ke media sosial.

“Modelnya kayak mayat kering tapi kecil gitu, ada rambut dan gigi panjang,” jelas Camat Bulak, Suprayitno, Senin (16/10/2017) malam.

Pada saat dia melihat bentuk dari jenglot tersebut, dia menjelaskan kalau ukurannya mencapai 40 cm. Mahluk yang sering kali dikaitkan dengan adanya hal mistis ini ditemukan dengan beberapan benda lainnya, seperti sebuh kotak dan kain berwarna putih. Penemuan ini berada di Pantai Watu-watu, Kecamatan Bulak atau utara Kenjeran.

“Menyeramkan,” ungkap dia. “Jenglot itu dalam posisi kedua tangannya sedekap menyilang di dada,” sambungnya.

Suprayitno mengatakan, pada saat ditemukan, dia melihat lima jarinya dengan kuku yang masih panjang dan runcing. Tidak hanya itu, kuku pada kedua kakinya juga terlihat panjang dan runcing. Petugas menemukan jenglot ini sudah dalam kondisi tubuh mongering, coklat, dan menghitam. Sedangkan pada bagian wajahnya yang sudah tidak nampak jelas karena telah rusak, seperti terbakar. “Rambutnya warna kecokelatan keemasan, panjang hampir sekaki,” ucap Suprayitno.

Pada saat ditanya lebih lanjut, dia mengaku kalau masih belum mengetahui keaslian dari jenglot yang di temukan di Pantai Watu-watu itu. Namun, kata dia, bilan melihat dari bentuknya dia menilai kalau benda itu sama halnya dengan jenglot yang mudah dicari di internet sekarang ini.

Saat itu, beberapa pengunjung Pantai Watu-watu terlihat ketakutan saat melihat adanya banda ini. Salah satu pengunjung langsung melaporkan adanya benda itu kepada petugas Satpol sekitar pukul 17.00 WIB. “Anggota Satpol sudah mengamankan yang katanya jenglot itu, tetapi yang orang membuang tidak bisa terdeteksi. Tadi pengunjung berlarian ketakutan,” jelas Suprayitno.

Sekarang ini, benda yang menyerupai jenglot tersebut sudah diamankan di Kantor Kecamatan Bulak. Dan disimpan bersama dengan kotak kayu dan kain putih yang ditemukan di lokasi. (Sumber: indowarta.com)





Minggu, 15 Oktober 2017

Risma Akan Dapat Penghargaan dari PBB dan Singapura


Walikota Surabaya Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T, akan mendapat Penghargaan dari PBB akhir bulan Oktober ini dan juga akan datang tim dari Singapura untuk memberikan juga penghargaan dari pemerintah Singapura kepadanya di masa dekat ini. "Minggu lalu saya baru dapat penghargaan dari Irlandia dan akhir Oktober nanti juga akan ada penghargaan dari PBB (perserikatan Bangsa Bangsa)," papar Walikota Risma khusus kepada Tribunnews.com malam ini (13/10/2017).

Penghargaan dari PBB dalam kaitan Surabaya sebagai Global Green City yang dianggap berhasil oleh PBB meskipun dengan dana yang apa adanya. tidak seperti kota besar lainnya. "Kalau di Tokyo besok (14/10/2017) saya akan bicara mengenai Penataan Kota Surabaya," tambahnya.

Surabaya menurutnya tidak sama dengan kota besar lainnya. "Kita lakukan banyak Inovasi kota dengan uang sedikit tapi coba apa yang kita lakukan bisa menjadikan masyarakat Surabaya bahagia tenang dan tetap beraktivitas dengan baik. Jadi kita memang lain dengan kota besar lain yang kaya raya, uang Surabaya terbatas sekali," tekannya.

Selain penghargaan dari PBB dalam waktu dekat juga akan mendapat penghargaan dari Singapura. "Tim Juri dari Lee Kwan Yew Award sudah datang ke Surabaya ingin membandingkan Surabaya sebagai kota besar lain yang uang banyak. Tetapi tidak dengan Surabaya yang uangnya terbatas sekali, tidak seperti kota besar lain di dunia," paparnya.

Nah Surabaya mencoba "bermain" di antara itu, "Yang penting masyarakat senang dan sejahtera." Dengan demikian Risma mencoba melakukan pendekatan berbeda dengan kota-kota lain yang maju pesat dewasa ini. "Kita coba dekati masyarakat dengan kondisi yang ada di pemerintah kota dengan segala keterbatasannya. Pada dasarnya ya Gotong royong supaya bisa sama-sama melakukan penghematan dan bisa tekan pengeluaran." tandas Risma.

Pajak pengusaha memang ada ditarik, "Tetapi kan pengeluaran juga jauh lebih besar kebutuhannya terutama untuk mengentaskan kemiskinan." Surabaya menurut Risma sedang membangin dan mempersiapkan pendidikan anak dengan sebaik mungkin. "Proses lama memang dan kita juga butuh banyak uang rakyat untuk kembali ke rakyat supaya sejahtera.

Jadi kita harus benar-benar berhitung soal keuangan dengan cermat dan baik. Apalagi kini sedang menyiapkan transportasi massal dari utara ke selatan, barat ke timur." Dulu menurutnya, saat dilakukan market sounding sudah bagus tanggapan investor.

"Tapi dari pemerintah pusat minta agar bisa menjadi penjamin dan prosesnya lama. Lalu dialihkan ke APBN tidak punya uang katanya. Jadi ya kembali ke awal, ditangani sendiri semuanya, harus tender. Nah bagi asing harus bangun usaha kerjasama dulu dengan perusahaan lokal kan semua jadinya lama lagi. Kemudian kita juga tidak bisa main tunjuk harus lewat tender. Begitulah jadinya," ceritanya lagi untuk pembangunan kereta api umum dalam kota Surabaya mendatang. (Sumber: Tribunnews.com)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites